Hari-Hari Tanpa Sosok Ibu
![]() |
| "You Was Born to Love Your Mother. " |
Kamis, 22 Desember
merupakan hari yang diperingati sebagai hari Ibu. Kasih sayang seorang Ibu
memang tidak ada duanya. Sebagai seorang anak dari seorang ibu, tentu kalian
sependapat bahwa sosok ibu adalah sosok terpenting dalam hidup kalian, bukan? Jika
kalian mengingat-ingat kejadian bersama ibu seminggu yang lalu, sehari yang
lalu, atau bahkan semenit yang lalu, mungkin tak terpikirkan oleh kita bahwa
itu adalah kejadian yang amat berharga. Tak pernah terpikirkan, kita melewati
hari demi hari dengan orang yang amat berharga.
Namun, hari yang kita lewati tanpa seorang Ibu mungkin
akan terasa sepi, atau bahkan sedih. Seperti Tri Agustini perempuan berumur 19
tahun asal Bekasi, yang sudah 3 tahun ditinggal oleh ibunya. Tri Agustini yang
lebih suka dipanggil Atin menceritakan kembali akan kenangannya saat ibunya masih
berada di sisinya seperti halnya waktu-waktu yang dia habiskan bersama,
kerinduan akan tawa Ibu, cerewetnya, cara ibunya tersenyum dan berbicara adalah
hal-hal kecil yang selalu Atin rindukan.
Atin pun menambahkan, “Kangen semuanya. Dari sekolah yang
dibangunin emak. Kangen tidur bareng sama dia, nganterin dia belanja, makan
bareng sama dia,” tambahnya dengan penuh kerinduan.
Sebagai anak yang lebih dekat dengan ibunya ketimbang
kakak-kakanya yang lain, kenangan-kenangan itu sulit untuk perempuan itu
lepaskan. Pesan dari ibunya yang mengharuskannya untuk melanjutkan kuliah pun
masih Atin ingat. “Saya tuh harus kuliah, ngelanjutin pendidikan yang tinggi,
nggak boleh kerja. Itu udah kayak tanggung jawab saya yang diamanahin dari emak
saya. Semoga terkabul apa yang beliau pingin,” ibunya ingin memiliki anak yang
bisa menaikkan derajat orangtua, agar kelak bisa hidup enak.
Banyak penyesalan yang dirasakan Atin ketika sang Ibu
sudah pergi meninggalkannya. “Pernah neyesel waktu tahun baru pas dia masih
sehat. Saya nggak ngelewatin tahun baru bareng dia, saya malah pergi main sama
temen saya sampe pagi. Dan ternyata dia nungguin sama nyiapin makanan buat saya.”
Kesalahan-kesalahan seperti itu masih saja
terekam di dalam otaknya. Sehingga di tanggal 22 Desember ini, tidak ada lagi
hal manis yang bisa dia berikan untuk ibunya.
“Dulu waktu hari Ibu, nggak pernah ngasih apa-apa. Cuma ngucapin selamat
hari ibu doang.” Tutur Atin.
Atin mengakui bahwa dirinya termasuk ke dalam kategori
anak yang malu untuk mengungkapkan rasa sayangnya kepada ibunya. “Malu banget
kalo bilang love you mom, sayang mama. Itu rasanya berat banget, gengsi banget.
Karena itu nyesel pas mama nggak ada.”
Menghilangkan gengsi atau rasa malu saat mengungkapkan
perasaan cinta kita kepada Ibu memang sulit bila belum dilakukan. Karena pada
dasarnya perasaan gengsi akan membuat sebuah penyesalan di kemudian hari. “Walaupun
ibu nggak minta apa-apa, tapi saya yakin kalo kita ungkapin sayang kita ke dia
itu pasti dia senang, kalo gengsi nanti ya nyesel kalo udah nggak punya.”
Atin pun berpesan, sebagai seorang anak yang masih
memiliki orangtua termasuk ibu, kita harus menjaga ibu kita dan jangan sampai
membuatnya sedih. “Toh kalo bukan, dia siapa yang mau ngerawat kita dari kecil
sampai dewasa kalo bukan dia?”
Pesan
yang disampaikan Atin benar adanya. Kadang kita sebagai manusia merasa sesuatu
lebih berharga bila kita sudah tidak memilikinya.(Indi)
#happymother'sday #hariibu2016


